SEJARAH KEMUNING

Pada tahun 1755+- pada masa perpecahan kerajaan mataran. Seseorang yang bernama sarijan adalah salah satu abdi dalem kraton pada zaman kerajaan mataram. Ia memikirkan bahwa dirinya dan keluarganya sudah tak aman lagi untuk tinggal didaerah pemukiman disitu,ia berfikir lama kelamaan belanda akan menyerang daerah tersebut. Ia mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi dari kejaran penjajah,tetapi hal itu belum saja ia temukan.langkah-langka mbah sarijan mulai dicurigai oleh pasukan belanda,mbah sarijan menyadari hal itu.

Akhirnya mbah sarijan mulai memberanikan diri untuk memberitau warga sekitar,Hal tersebut justru diketahui oleh belanda. Dengan bermodal kuda mbah sarijan pergi untuk meninggalkan kejaran belanda.Terjadilah kejar-kejaran, belanda bersiasan bila bisa menemukan mbah sarijan akan membunuhnya. Mbah sarijan tak tau akan pergi kemana ia yang dalam pikiran ia selamat terlebih dahulu.Hal itulah yang membawa mbah sarijan sampai ditengah hutan menembus pepohonan yang lebat.

Sampailah ia ditempat bebatuan yang sekarang bernama tepak jaran.Ia berniat untuk beristirahat sejenak sembari memikirkan langkah selanjutnya.Tak selang beberapa lama belanda menemukan mbah sarijan,pertempuran pun tak terelakan.Dengan kepintaran ia menaiki kuda mbah sarijan berhasil membunuh beberapa pasukan berkuda dari belanda.Sayang karena kalah jumlah kuda mbah sarijan terbunuh dan disitulah akhirnya terbentuk jejak kaki kuda pertempuran mbah sarijan singkat cerita menjadi nama tepak jaran yang artinya tepak=bekas/tilas/jejak jaran=Kuda.

Cerita selanjutnya mbah sarijan berlarian entah kemana akhirnya ia tempat untuk bersembunyi disuatu gua yang bernama song asmara.Belanda terus mencari mbah sarijan tapi tidak membuahkan hasil akhirnya menyerah dan kembali kedaerah perkotaan.Dengan semangat api yang membara-bara bak seperti orang jatuh cinta untuk membangun pemukiman akhirnya gua tempat tinggal mbah sarijan diberi nama gua asmara.

Hari kehari mbah sarijan mulai berani keluar dari gua dan bermenjelajah kawasan dekat gua.Sampai akhirnya ia menemukan seperti jalan setapak yang pernah dilalui orang karena ia meemukan 2 makam kuno yang tidak tau keberadaannya.Ia memutuskan untuk hidup didaerah hutan ini dan berganti nama menjadi mbah  reso wijoyo yang artinya harapan abadi/langgeng.Langkah pertama mbah sarijan mulai memasang patok untuk batas wilayah san agar ia tidak terlalu jauh pergi lalu tersesat.

Mbah sarijan mulai hidup dengan cara bercocok tanam. Dikarenakan mbah sarijan orangnya seperti masyarakat jawa kuno lainnya ia adalah orang yang cukup sakti sehingga waktu malam konon ia berubah menjadi macan.Waktu terus berlalu mbah sarijan mencoba kembali tempat asalnya untuk menjemput sang istri untuk diajak tinggal didaerah yang telah ia buat.Mendengar kabar itu mbah sarijan pulang kembali penjajah bergegas untuk memburunya sayang mbah sarijan lebih cepat.

Sesampainya dipemukiman mbah sarijan khawatir akan ditemukan oleh penjajah akhirya Ia bertapa dan berdoa memohon agar orang-orang berniat jahat tidak dapati melihat tempat ini yang mereka lihat hanyalah hutan belantara.Konon cerita akhirnya timbuh pohon Kemuning didekat makam kendil tetapi hanya orang-oang tertentu saja yang bisa melihat pohon terebut termasuk mbah sarijan.

(Pohon Kemuning)

 

Pohon tersebut bisa menutupi seluruh wilayah didareah itu akhirnya diberi nama kampung kemuning.Kemuning yang berarti kesucian,Kejernihan dalam berfikir.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat dengan kami melalui WhatsApp